Implementasi Pendidikan Berkarakter
Guna Menumbuhkembangkan Kreatifitas Mahasiswa


Oleh : Andika Yuliananto



Berbicara masalah kreatifitas tentu tidak lepas dari potensi yang dimiliki oleh seseorang. Sebagai mahasiswa tentunya memiliki bakat yang beragam sesuai dengan minat dari mahasiswa itu sendiri. Tetapi problem yang dialami saat ini sangatlah kompleks, hampir sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia baik negeri maupun swasta hanya menuntut dan memaksa mahasiswa untuk mempelajari mata kuliah-mata kuliah tertentu tanpa memedulikan potensi yang dimiliki mahasiswa itu sendiri. Padahal menurut Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain dosen mahasiswa seharusnya juga bisa mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Tetapi fakta dilapangan, tidak sedikit mahasiswa yang tidak mengerti bahkan tidak tahu apa tugasnya sebagai seorang mahasiswa. Mereka hanya berpikir yang penting belajar dan tidak mau mengembangkan potensi yang dimilikinya. Nah, disinilah kurangnya pendidikan berkarakter sehingga setelah lulus, mereka bingung karena jerih payahnya selama empat tahun ‘hanya’ diganti dengan selembar ijasah.

Dengan melihat fenomena yang berkembang selama ini maka secara tidak langsung yang
bertanggung jawab atas kurangnya minat mahasiswa dalam mengembangkan potensinya adalah
dosen. Selama ini sebagian besar dosen hanya menyampaikan materi mata kuliah dan memberi
tugas-tugas tertentu tanpa mengedepankan nilai-nilai moral dan kepribadian karena menganggap
kita sudah dewasa. Mestinya dosen juga menyadari dewasa dalam hal ini bukannya dinilai dari
aspek umur tetapi dinilai dari tingkat kematangan mahasiswa dalam merumuskan, menganalisa
dan menyelesaikan masalah. Berbekal dari pengalaman mengajar, dosen semestinya tahu akan
potensi yang dimiliki mahasiswanya dan membantu untuk mengembangkan potensi tersebut agar
mahasiswa bisa lebih kreatif dan kompeten dalam menyelesaikan problem kehidupan yang
menantinya di hari esok.

Oleh karena itu, pendidikan berkarakter sangatlah penting dan harus diimplementasikan
di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta diseluruh Indonesia. Definisi dari pendidikan
berkarakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada seluruh jajaran di
perguruan tinggi mulai dari rektor, dosen, karyawan sampai mahasiswa yang meliputi komponen
pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai pancasila.
Implementasi pendidikan berkarakter di perguruan tinggi dapat dilakukan mahasiswa dengan
mengikuti organisasi kemahasiswaan, menumbuh kembangkan budaya menulis dengan
mengikuti lomba karya tulis maupun essai, dan kegiatan kemahasiswaan lainnya. Selain itu
dengan mengikuti kajian-kajian keagamaan di lingkungan kampus juga dapat membantu untuk
lebih memahami makna kehidupan dilihat dari segi agama dan bisa lebih santun dalam bersikap
serta mampu memposisikan diri dimanapun berada.

Selain itu, pendidikan berkarakter juga bisa melalui strategi penguatan pembelajaran
mata kuliah agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia, agar nantinya mahasiswa
lebih memahami persoalan-persoalan yang berkaitan dengan agama, politik, hukum dan lebih
mencintai tanah air Indonesia. Diharapkan output yang dihasilkan nantinya perguruan tinggi
mampu mencetak lulusan yang berwawasan luas dan memiliki karakter yang kuat dengan
dilandasi keyakinan keagamaan yang kokoh.

Sebenarnya bila sistem ini benar-benar diterapkan maka sedikit banyak akan membantu
peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia karena mahasiswa yang dulunya tidak memiliki
keberanian untuk mengembangkan bakatnya bisa lebih kritis dan peka terhadap masalah yang
timbul di sekitarnya . Dan dengan meningkatnya kualitas pendidikan perlahan tapi pasti juga
akan mengurangi kemiskinan yang melanda bangsa ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2012 ISTIQOMAH / Template by : Urangkurai